Selasa, 18 Agustus 2009

Lukisan Wayang di Kain Sutera

Ada satu karya seni menarik yang mencuri perhatian pengunjung Pameran Wayang Goyang Plangi, Senin (10/8) di the Plaza Semanggi, Jakarta. Yaitu lukisan wayang di kain sutra yang bisa dirancang untuk busana, yang menurut owner Vindo Kom, Hendra Wijaya, peserta pameran, lukisan wayang di kain sutera tersebut karya Teguh Joko Dwiyono.

Teguh Joko Dwiyono tidak hadir di arena pameran. Namun demikian, di stan pelopor seni lukis dengan bahan kulit telur pertama di Indonesia yang meraih penghargaan Rekor Muri itu, pengunjung juga bisa menyaksikan karya unik lainnya, seperti lukisan wayang dengan kulit telur di keramik berukuran relatig besar dan patung kayu tokoh wayang yang bisa dijadikan cenderamata.

Karya-karya Teguh Joko Dwiyono menarik diapresiasi, karena ia mengenalkan wayang kepada publik dengan menggunakan beragam medium. "Lukisan wayang di kain sutera dan lukisan wayang dengan bahan kulit telur di keramik, sungguh indah, "komentar Shelina, seorang pengunjung.

Yang digelar hingga 17 Agustus mendatang tidak hanya pameran wayang, tetapi juga pameran lukisan wayang, pameran karikatur wayang, dan action figure wayang. Juga yang menarik perhatian adalah pameran dan sekaligus bazar buku komik wayang tempo dulu yang diterbitkan kembali oleh PT Vindo Jaya Sentosa.

Komik wayang yang diterbitkan adalah karya RA Kosasih yang dulu sangat digemari. "Ada 50 judul komik wayang yang diterbitkan kembali, untuk menggugah kecintaan terhadap komik karya anak bangsa, dengan tokoh-tokoh wayang yang merupakan salah satu kekayaan budaya bangsa Indonesia yang menjadi warisan dunia," kata Hendra Wijaya.

Hendra Wijaya mengakui, pihaknya menerbitkan kembali komik wayang lama karena tak seorang pun pembuat komik generasi sekarang yang bisa membuat komik wayang. "Kenyataan ini sebuah keprihatinan. Pameran ini sekaligus mengenalkan generasi muda dengan wayang , agar mereka menyintai wayang," katanya.



Pertunjukan

Tidak hanya pameran wayang, The Plaza Semanggi selama dua hari, tanggal 16 dan 17 Agustus, juga menggelar pertunjukan wayang; wayang orang, wayang golek, wayang Sutasoma, dan wayang kulit Banyumasan.

Ini merupakan momentum yang tepat untuk mengkampanyekan budaya asli Indonesia. Jangan sampai terulang kembali budaya bangsa kita diklaim oleh negara lain. Lewat Pameran dan Pertunjukan Wayang Goyang Plangi ini, the Plaza Semanggi sebagai area publik juga ingin menunjukkan kepada semua ka langan bahwa pagelaran wayang tidak lagi kuno, seperti yang terpikir oleh masyarakat selama ini.

"Semua bisa dikemas menarik dan modern sehingga semua kalangan bisa menikmati, kata Marketing Communications the Plaza Semanggi," Dimas A Kusuma.

Sudarman Juwoto, dari Komunitas Wayang Kom, mengatakan, pameran dan pertunjukkan wayang di mall saat ini adalah yang pertama di Indonesia. Di pilihnya mall karena kalangan anak muda dalam keseharian akrab dengan mall. "Diharapkan generasi muda tergugah, dengan budaya bangsa yang sudah menjadi warisan dunia sejak 2003 ini," katanya.

Di balik seni wayang, ada unsur-unsur perlambang atau simbol dari ajaran filsafat tentang hidup dan kehidupan.

0 komentar:

Poskan Komentar